BERSEMBUNYI SEBELUM JEMPUT PIALA

Senyum gadis berkerudung merah itu terlihat sangat lepas ketika ditemui selepas pulang dari madrasah. Ia yang sudah tidak memakai seragam menyapa hangat tanpa ragu. Tidak heran jika gadis yang kini tengah duduk di bangku kelas IX itu berkali-kali mengukir prestasi di kancah Provinsi.

Belum lama ini dara bernama Ayu Trisnawati ini membawa pulang piala juara 2 lomba pidato bahasa arab tingkat Jawa Timur dalam perhelatan MBI Big Fair (MBF) yang digelar oleh MA Amanatul Ummah Mojokerto dalam rangka memperingati hari jadi madrasah tersebut.

Tema pidato yang ia bawakan pada lomba hari selasa (20/02) tersebut adalah bertema pendidikan pada babak penyisihan dan bertema narkoba pada babak final. Ia menyatakan bahwa sudah mempersiapkan dua pidato tapi yang ia hafal betul dan siap ditampilkan hanya untuk babak penyisihan.

Begitu ia dinyatakan masuk final hanya berselang waktu satu jam untuk mempersiapkan diri sebelum tampil kembali dengan tema yang baru juga persiapan untuk Tanya jawab.

“Lomba kali ini lebih sulit menurut saya karena jurinya asli orang arab bukan orang Indonesia,” jelasnya tersenyum simpul.

Ayu menambahkan bahwa selama persiapan lomba ia  kerap bersembunyi di kantor OSIS agar tidak bertemu dengan Bapak Abdul Hak, M.Pd., pelatihnya. Pasalnya ia malas menghafalkan teks yang sudah diberikan kepadanya dan merasa malu jika latihan setengah-setengah.

Satu kali ia pernah ketahuan berada di kantor OSIS dan Bapak Abdul Hak menanyakan penyebab dara kelahiran Republik Kopi tersebut tidak mendatangi ruang latihan sebagaimana mestinya . Ditanya begitu gadis yang gemar bernyanyi ini hanya tersenyum kaku melihat wajah datar pelatihnya.

“Ustadz sampai bilang kalau saya tidak serius mau ikut lomba,” pungkasnya  terkekeh. (ff)

co-admin

Bukan sosok istimewa bagi siapapun