Sang Juara Festival Araby’18

Gadis cantik yang berasal dari kota tape, tak salah lagi kota bondowoso. Senyuman manis seraya menghiasi wajahnya yang tersimpu malu ketika tim jurnalis menghampirinya.

Namanya Diana Putri Oktavian, gadis yang akrab di panggil puput mulai menghirup udara dunia pada tanggal 05 Oktober 2003. Bimbingan dan kasih sayang dari bapak Abdul Basit dan ibu Qurrotu Aini menjadikannya seorang anak yang berbakat.

Menulis adalah hobi Puput, yang sangat digemarinya adalah bercerita. Dengan bercerita dia bisa mengekspresikan dirinya, dan dengan bakat tersebut mengantarkannya pada lomba qisshoh tingkat provinsi. Yang diadakan di Universitas Islam Negri Sunan Ampel (UINSA) surabaya.

Dengan latihan yang maksimal , disertai dengan dan ridha dari kedua orang tua. Diapun mampu meraih juara 3 dalam lomba qisshoh tingkat provinsi tersebut. Dan dia dapat mengalahkan kurang lebihnya 60 peserta lomba. “Di babak penyisihan dia sempat meraih nilai tertinggi ketika disampingkan nilainya dengan peserta lainnnya.” Tutur ustadzah Aini sebagai pendamping Puput ketika lomba.

Meskipun puput tidak meraih juara 1 dalam perlombaan tersebut. Tetapi,banyak pelajaran yang dia dapat dan banyak moment yang tak kan dia lupakan. “Pas mau maju, deg-degannya setengah mati. Tapi ketika maju deg-degannya berubah jadi semangat. Dan ketika tau juara ya Allah senengnya banget.” Ungkapnya dengan wajah bahagia dan bangga ketika dia memegang tropi yang diraihnya.