LEPAS PISAH KEPALA MADRASAH

Auditorium MTs Nurul Jadid putri riuh dengan sorak sorai para siswi saat acara lepas kenal kepala Maasrasah Tsanawiyah Nurul Jadid dimulai. Sang kepala madrasah demisioner duduk bersebelahan dengan kepala madrasah terlantik.

Ustadz Tahir, begitu kepala madrasah demisioner kerap dipanggi resmi menjadi kepala sekolah di MTs Nurul Jadid sejak 14 juli 2014 lalu. Pada saat itu dilantik oleh pengasuh PP Nurul Jadid yaitu K.H. Moh. Zuhri Zaini B.A. di auditorium MTs Nurul Jadid dengan disaksikan oleh para asatidz dan asatidzah MTs Nurul Jadid.

Pria kelahiran Sumenep tersebut mengaku bahwa sudah sejak tahun 1991 beliau sudah mengabdi di MT Nurul Jadid. Dimulai dengan menjadi guru sampai menjadi kepala sekolah. Sekalipun pria yang bertanggal lahir 12 Oktober 1970 ini sudah pensiun menjadi kepala madrasah, tetapi pengabdian beliau kepada pesantren tidak berhenti begitu saja. Selain beliau tetap mengajar di MTs Nurul Jadid, kini beliau juga bertugas di pesantren pusat sebagai kepala bagian perencanaan pengawasan pengendalian evaluasi hukum dan advokasi.

Kepala madrasah yang dikenal tidak banyak bicara itu sebenarnya sudah  menyerahkan jabatannya kepada wakilnya sejak 31 Desember 2017 lalu. Namun, karena pelantikan formal baru diadakan tanggal 8 Januari 2018 bertempat di masjid Jami’ PP Nurul Jadid selama tanggal 1 hingga tanggal 8 beliau masih tetap melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah MTs Nurul Jadid.

Selama menjabat sebagai kepala madrasah, beliau mengakui bahwa hal tersulit yang dilaluinya  adalah membina para siswa dan siswi untuk membentuk karakter siswa dan siswi. Beliau juga berharap, untuk tahun ini MTs Nurul Jadid dapat menjadi juara Umum dan Favorit di lomba Pekan Madaris (PM) yang diadakan setiap tahun di PP Nurul Jadid.

“Ada satu hal yang sangat saya inginkan. Yaitu MTs  Nurul Jadid menjadi juara Umum dan Favorit di lomba PM tahun ini dan saya harap kepala sekolah terlantik dapat mewujudkan hal tersebut,” harap Ustadz Tahir (rain)