Tangisan Di Perut Malam

Remang-remang malam menerawang….
Membias cahaya dengan butiran air mata….
Terlintas beberapa bayang….
Dengan emosi serasa ingin menyerapah…
” Kau tinggalkan aku sendiri !…
membiarkanku menangis dalam sepi… ”

Di perut malam….
Tepat sebelum jam mengganti hari,
Menenggelamkan jiwa dalam cerita kelam….
Dan membiarkan bahagia tanpa diperbaharui…..
Ini tidak adil !
Umpama hati dilempar kerikil….

Saat sosok itu datang….
Menggema lembut dalam buaian kasih dan sayang…..
Memberikan sandaran…..
Yang tak dapat di elakkan,
Sejurus kemudian….
Ia pergi dengan lambaian tangan…..

Kembali sendiri….
Di perut malam……
Dengan angan yang sulit dilupakan…..
Bekas kasih dan sayang….
Dan sebuah perasaan yang tak tersampaikan. (nae)