Wilayah SuGuJa (Asrama MTsNJ) Mengadakan Lepas Pisah Kelas Akhir

Wilayah Sunan Gunung Jati (A) yang merupakan Wilayah khusus untuk santri yang berstatus siswa di MTs Nurul Jadid menjadi saksi sejarah pada acara lepas pisah kelas akhir. Kebahagiaan berbinar-binar benar-benar tampak di wajah mereka (kelas akhir). Acara ini disaksikan oleh seluruh santri yang berada di Wilayah Sunan Gunung Jati (A).

Beberapa perwakilan dari Pengurus Pesantren dan Madrasah nampak hadir dalam kegiatan ini seperti KH. Makki Maimun Wafi (Pengawas PP. Nurul Jadid), Ust. Ahmad Saili Aswi (Wakil Sekretaris Pesantren) dan Ust. Tahirudin (Kepala MTs Nurul Jadid). Dan tak lupa pula dihadiri oleh seluruh jajaran kepengurusan wilayah Sunan Gunung Jati (A) atau yang dikenal dengan wilayah SuGuJa.

Kepala Wilayah Sunan Gunung Jati (A) membuka kegiatan ini dengan memberikan sedikit sambutan kepada semua santri kelas akhir. Dia juga meminta maaf kepada semuanya terutama kepada santri kelas akhir yang sudah berdomisili 3 tahun lamanya di Wilayah SuGuJa. Dan juga dia meminta agar Pengawas Pesantren dan Kepala MTs Nurul Jadid untuk memberikan arahan dan tausiyah kepada semua santri di wilayah sunan gunung jati (A) terutama teruntuk kelas akhir dalam menuntut ilmu dan bersemangat dalam menjalaninya.

Dalam sambutan kepala MTs Nurul Jadid, Bapak Tohiruddin menyampaikan “Kita jangan pernah berfikir kita itu anaknya siapa, kita itu mau jadi apa. Semua itu sudah diatur oleh Allah, semuanya sudah tertulis jelas di lauhul mahfudz, rezeki dan jalan hidup seseorang. Tinggal kita saja yang berusaha untuk mencapai suatu cita-cita, yang penting ada kemauan yang diringi dengan do`a agar tercapai semua yang dicita-citakan”. “Pemuda masa kini adalah pemimpin masa yang akan mendatang” tambah Kepala MTs Nurul Jadid.

Dipenghujung acara, kehadiran pengawas PP. Nurul Jadid, KH. Makki Maimun Wafi menjadikan acara ini semakin “menyentuh kalbu”. Dalam tausyahnya, beliau berpesan agar semua siswa kelas akhir untuk tetap melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lebih lebih melanjutkan pendidikan dilembaga- lembaga formal yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid  seperti SMA Nurul Jadid, MA Nurul Jadid dan SMK Nurul Jadid. Itu semua ditujukan agar proses kaderisasi dan keberlangsungan SDM di Pesantren bisa terjaga dan memiliki generasi yang lebih baik. Akhir dari tausiyah beliau, beliau memberikan nasihat kepada santri kelas akhir yang sebentar lagi akan menerima Surat Tanda Lulus (STL). “Setelah kalian menerima STL. Saya harapkan agar kalian tidak pulang terlebih dahulu. Lebih baik menunggu ijazah dengan tetap berada di pesantren” dawuh beliau.

Admin

Hanya seorang cowok sederhana yang ingin menguasai dunia. Mimpi deh :p